Berita AC MilanPendapat / Opinion

Inilah 5 Hal yang Mungkin Jadi Penyebab Performa Buruk AC Milan

Telah menghabiskan dana hingga lebih dari 200 juta euro pada musim panas 2017, AC Milan tetap belum bisa meningkatkan performanya di musim 2017/18. Ekspektasi besar dari para pendukungnya tampak belum bisa dipenuhi oleh petinggi klub maupun para pemain.

Banyak faktor yang membuat AC Milan masih sulit untuk bersaing di papan atas. Berikut adalah lima hal yang mungkin jadi penyebab performa buruk AC Milan di musim ini:

5. Cederanya Andrea Conti di Awal Musim 2017/18

Salah satu pembelian anyar AC Milan adalah eks bek Atalanta, Andrea Conti. Penampilannya cukup meyakinkan dalam sejumlah laga kualifikasi Europa League dan dua laga awal Serie A 2017/18. Sayangnya, bek sayap 23 tahun tersebut mengalami cedera lutut yang parah dan membuatnya menepi hingga awal tahun 2018 mendatang.

Ignazio Abate dan Davide Calabria yang belum siap mengimbangi ritme baru permainan Milan harus kembali beradaptasi di pos bek sayap kanan. Celakanya, pertandingan pertama Milan tanpa Conti adalah laga tandang kontra Lazio yang tengah tampil perkasa di Serie A. Milan pun kalah telak 1-4 dan menjadi awal mimpi buruk Rossoneri di paruh pertama musim ini.

4. Perubahan ke Skema Tiga Bek

Datangnya Leonardo Bonucci ke AC Milan membuat Vincenzo Montella mengubah skema permainannya, dari skema empat bek menjadi tiga bek. Hal ini semata-mata untuk mempermudah Bonucci yang memang fasih dengan skema tiga bek.

Sayangnya, Montella harus mengorbankan bek-bek Milan yang lain seperti Matteo Musacchio dan Alessio Romagnoli. Mereka harus kembali beradaptasi dengan skema baru ini dan seringkali melakukan kesalahan fatal yang berujung gol bagi tim musuh.

3. Tak Fokus Penuh di Sepanjang Pertandingan

Salah satu ‘penyakit’ Milan pada setiap laga adalah kurangnya fokus pada setiap menit pertandingan. Ketika menghadapi tim-tim besar, Milan sebenarnya dapat mengimbangi permainan mereka, kecuali laga kontra Lazio.

Menghadapi Juventus, AS Roma, Inter Milan dan Napoli, AC Milan terlihat dapat menguasai bola dan memberikan perlawanan. Namun dalam beberapa kesempatan kala mereka terlihat lengah, tim-tim besar tersebut menghukum mereka dengan gol. Hal inilah yang jadi perbedaan mencolok dari Milan dan enam tim di atasnya saat ini.

2. Pemilihan Pemain yang Salah

Salah satu hal yang terus dikritik dari Vincenzo Montella adalah pemilihan pemain yang salah. Terus memilih Nikola Kalinic sebagai starter jadi salah satu pertanyaan besar dari para fans Milan.

Bukan karena sang pemain tak berkualitas, namun performa Andre Silva yang bersinar di Europa League dan timnas Portugal dianggap lebih layak untuk mendapat tempat utama di Serie A. Kesempatan itulah yang jarang didapat oleh penyerang muda asal Portugal tersebut.

Selain itu, Montella juga seringkali membuat pergantian pemain yang mengernyitkan dahi para pendukung Milan. Contohnya pada laga kontra Juventus. Ketika Milan tengah tertinggal dan butuh gol penyeimbang kedudukan, Montella malah memasukan dua pemain yang berkarakter bertahan (Luca Antonelli dan Manuel Locatelli) ketimbang menambah pemain depan.

1. Belum Padunya Kombinasi antara Pemain Baru dan Lama

AC Milan 2017-2018

Masalah utama dari buruknya permainan AC Milan pada musim 2017/18 adalah belum padunya kombinasi pemain lama dan pemain baru. Dengan pembelian 11 pemain, Milan memang menginvestasikan dananya untuk jangka panjang. Meski Montella telah memasuki musim keduanya di San Siro, eks pelatih Fiorentina itu seperti menangani tim baru di musim ini.

Butuh waktu dan kesabaran dari para pendukung untuk melihat para pemain lama dan baru menyatu. Pasalnya, mayoritas pemain yang dibeli Milan merupakan pemain potensial yang diakui di liga dan negaranya masing-masing.

Waktu adalah faktor terbesar yang akan menentukan padunya satu pemain dengan pemain lain, sinkronnya instruksi yang diberikan pelatih dan apa yang terjadi di lapangan serta munculnya hasil-hasil positif yang diakhiri dengan trofi.

SUMBER 90min

Tags

Related Articles